Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Februari 2012

Buah Khas Indonesia Yang Masih Belomn Tenar

Buah Cempedak
"cempedak Berbuah Nangka" sebagian pepatah sering menggunakan bahasa itu, namun apakah Cempedak itu sendiri? banyak dari kita orang Indonesia tidak mengetahui itu, Cempedak adalah nama buah yang mirip dengan Nangka namun rasa, batang, dan musim buah nya berbeda. Kalau Cempedak rasanya lebih manis dari Nangka, kalau dari batang, Cempedak mempunyai getah yang lebih cair dibandingkan Nangka. Daunnya pun memiliki bulu-bulu putih yang tipis kalau Nangka daunnya tidak ada bulu-bulu tipis, nah kalau dari segi musim, Cempedak hanya berbuah satu tahun sekali. Cempedak juga cara mengambil isinya beda dari nangka yang agak rumit. Mengambil isi Cempedak tinggak diiris dari atas kebawah kulitnya lalu tarik aja keatas puluk nya (tengah dari buah yang lengket pada buah) maka secara otomatis isinya ikut terangkat semua, tinggal makan deh...
Cempedak dapat dibuat bermacam-macam makanan, dari manisan Cempedak, gorengan Cempedak (seperti pisang goreng namun isinya bukan pisang tapi cempedak), bahkan langsung dimakan seperti Nangka juga enak.
Cempedak ini kalau didaerah Indonesia banyak tumbuh didaerah Sumatra, seperti sumatra selatan, Sumatra Utara, Pulau Bangka, Pulau Belitung.

Buah Rukem 
Buah Rukem, hidup didataran daerah Sumatra, Pulau Bangka, Pulau Belitung, dengan pohon yang berduri, dan dengan rasa yang manis. Namun apabila masih mentah dan berwarna hijau maka rasanya sepet sekali. Buah ini biasanya di asin atau pun dimakan mentah.

Buah Rambai
Kalau yang buah yang satu ini rasanya manis-manis masem, secara pisik mirip duku, namun buahnya berumbai-rumbai kebawah waktu didahannya. Kulitnya pun lebih tipis dari duku. Pohonnya relatif besar dari duku. Buah ini biasanya banyak digunakan untuk campuran masak ikan sebagai pengganti asam. dan tumbuh didaerah Pulau Bangka Belitung, kalau ditempat lain aku belum lihat.

Buah Kemunting atau Kerak duduk
Hidup di daerah yang berpasir berbuah tidak mengenel musim, buah ini rasanya manis dan enak. secara fisik buah ini kecil-kecil sekital sejempol orang dewasa, namun buah ini sangat banyak buahnya dalam tiap satu batang.
Pohonnya relatif kecil paling besar sebesar kaki orang dewasa, itu pun jarang kebanyakan hanya sebesar jempolan orang dewasa aja. Buah ini banyak terdapat didaerah pasiran Pulau Bangka dan Pulau Belitung.

Buah Kelubi
Buah kelubi hidup didaerah perairan yang ada didalam hutan, atau daerah air payau, buah ini mirip sekali dengan salak, saking miripnya banyak orang mengira ini adalah buah salak, namun rasanya sangat asam, biasanya sebelum dimakan buah ini diasinkan dulu untuk menghilangi rasa asamnya. hidup didataran pulau Bangka Belitung.

Buah Manau
Buah manau adalah buah dari pohon rotan, dimana buahnya memiliki rasa yang asam-asam manis, buah ini enak kalau sudah diasin. buah manau banyak terdapat didaerah kepulauan Bangka, Kepulauan Belitung, Pulau Sumatra, Kalimantan. Buah manau dalam satu pohonnya dapat menghasilkan sampai setengah karung, buah ini biasa dijual didaerah pasar-pasar tradisional yang ada didaerah seperti Bangka, Belitung, Kalimantan.

Buah Rumbia
Kalau Buah Rumbia banyak terdapat di indonesia, karena Rumbia adalah pohon sagu. Jadi buah rumbia adalah buah yang dihasilkan dari pohon sagu. Buah ini rasanya manis-manis sepet. Biasanya diasinkan dulu untuk menghilangkan rasa sepetnya. Namun sepetnya buah Rumbia ini tidak sebanding dengan sepetnya buah Rukem yang mentah. Jadi kalau langsung dimakan biasa nggak masalah.Semoga menambah wawasan kita semua

Kamis, 12 Januari 2012

Laporan Praktikum Pertumbuhan dan Perkembangan Biji Kacang Hijau

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua aktifitas kehidupan yang tidak dapat dipisahkan, karena prosesnya berjalan bersamaan. Pertumbuhan diartikan sebagai suatu proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversible, atau tidak dapat kembali ke bentuk semula. Sedangkan Perkembangan adalah peristiwa perubahan biologis menuju kedewasaanm tidak dapat dinyatakan dengan ukuran tetapi dengan perubahan bentuk tubuh (metamorfosis) dan tingkat kedewasaan.
           
Sesuai pengan penjelasan diatas maka penulis akan membuat sebuah laporan pengamatan mengenai proses pertumbuhan dan perkembangan khususnya dalam dunia tumbuhan yaitu tumbuhan kacang hijau.

Rumusan masalah

Periode pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan terjadi sepanjang hidupnya seperti halnya makhluk hidup lainnya. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa factor, diantaranya yaitu faktor dari lingkungan dan faktor dari dalam tubuh organisme.

Dalam laporan percobaan kali ini penulis akan membahas mengenai factor-faktor eksternal apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman, yang dalam hal ini adalah kacang hijau.

Tujuan Penelitian.

Tujuan dari percobaan ini adalah membuktikan bahwa factor eksternal dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau.

Manfaat Penelitian.

Manfaat dari penelitian ini antara lain dapat mengetahui efek dari faktor eksternal pada tumbuhan kacang hijau.

BAB II
LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

Landasan Teori

Ada 2 teori yang menjadi landasan dalam praktikum, yakni :

1.      Pengertian pertumbuhan dan perkembangan
Pertumbuhan dapat diartikan sebagai suatu proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversible, atau tidak dapat kembali ke bentuk semula. Sedangkan Perkembangan adalah peristiwa perubahan biologis menuju kedewasaanm tidak dapat dinyatakan dengan ukuran tetapi dengan perubahan bentuk tubuh (metamorfosis) dan tingkat kedewasaan.
Pada proses pertumbuhan selalu terjadi peningkatan volume dan bobot tubuh peningkatan jumlah sel dan protoplasma. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan bukan merupakan besaran sehingga tidak dapat diukur. Perkembangan pada tumbuhan diawalai sejak terjadi fertilisasi. Calon Tumbuhan akan berubah bentuk dari sebuah telur yang dibuahi menjadi zigot, embrio, dan akhirnya menjadi sebatang pohon. Proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali dengan aktivitas sintetis bahan mentah (bahan baku) berupa molekul sederhana dan molekul kompleks. Tahapan yang dilalui selama melangsungkan proses tersebut adalah sebagai berikut :
a.         Tahap pembelahan sel, yaitu sel induk membelah menjadi beberapa sel anak.
b.         Tahap pembentangan, yaitu pembesaran atau peningkatan volume sel anak. Pada sel tumbuhan, peningkatan tersebut biasanya disebabkanoleh penyerapan air kedalam vakuola.
c.         Tahap pematangan, yaitu perkembangan sel anak yang telah mencapai ukuran tertentu menjadi bentuk khusus (terspesialisasi) melalui proses diferensiasi. Pada akhirnya terbentuk jaringan, organ, dan individu.

2.      Faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan
a.       Faktor eksternal/lingkungan.
faktor ini merupakan faktor luar yang erat sekali hubungannya dengan proses pertumbuhan dan perkembangan. Beberapa factor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan adalah sebagai berikut:
Ø  Air dan mineral
Ø  Kelembaban.
Ø  Suhu
Ø  Cahaya
b.      Faktor internal.
faktor yang melibatkan hormon dan gen yang akan mengontrol pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Dimana dalam hal ini ada beberapa hormone yang dapat mengontrol proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan tersebut.yaitu:
Ø  Hormon Auksin      : merangsang pertumbuhan bunga.
Ø  Hormon Giberelin   : merangsang pertumbuhan batang.
Ø  Hormon Sitokinin    : memperpanjang akar.
Ø  Hormon Afserat      : menghambat perpanjangan sel.

Hipotesis

          Biji kacang hijau kemungkinan dapat tumbuh dengan baik dan optimal apabila disimpan di tempat yang cukup cahaya dan pada ruangan dengan suhu memadai. Dan pada faktor air, apabila tersedia air murni yang cukup, kemungkinan tanaman kacang hijau dapat tumbuh lebih subur daripada yang diberi air yang diberi campuran zat kimia lain.
 
BAB III
ALAT DAN BAHAN DAN
LANGKAH KERJA PENGAMATAN
Alat dan Bahan
a.       Biji Kacang Hijau 4 buah.
b.      Air.
c.       Tanah.
d.      Gelas air mineral 4 buah (wadah penanaman)
e.       Penggaris

Langkah Kerja Penelitian
a.       Isilah wadah gelas air mineral dengan tanah yang gembur.
b.      Tanamkan biji kacang hijau ke masing masing wadah yang telah berisi tanah.
c.       Kemudian simpanlah tanaman tersebut disuatu tempat yang sama tapi dengan jarak yang berbeda.
d.      Siramlah dengan air tanaman biji kacang hijau tersebut.
e.       Pertimbangkan bahwa diantara tanaman tersebut ada beberapa yang terkena sinar matahari
f.        Amati pertumbuhannya dari hari kehari hingga beberapa hari kedepan sesuai watu yang telah ditentukan.
g.       Hari terakhir pengamatan, ukurlah panjang daun, tinggi batang, panjang akar, serta berapa jumlah daun yang muncul, lalu masukkan hasil pengamatan tersebut kedalam table pengamatan.

BAB IV
TABEL HASIL PENGAMATAN

Hasil pengamaatan pertumbuhan batang dari keempat tanaman mulai perhitungan dari hari pertama hingga hari keempat.


Tanaman I
Tanaman II
Tanaman III
Tanaman IV
Hari I
0,2
0,1
0,2
0,4
Hari II
0,8
0,4
0,8
1,0
Hari III
1,2
0,9
0,4
1,5
Hari IV
1,5
1,3
0,7
1,9






            Table hasil pengamatan jumlah daun, panjang daun, tinggi batang, dan panjang akar tanaman I-IV dihari terakhir penelitian.


Tanaman I
Tanaman II
Tanaman III
Tanaman IV
Jumlah Daun
2 cm
2 cm
2 cm
2 cm
Panjang Daun
0,9 cm
1,4 cm
0,7 cm
1, 8 cm
Tinggi Batang
1,5 cm
1,3 cm
1,7 cm
1,9 cm
Panjang Akar
6,5 cm
4,5 cm
4,3 cm
4,2 cm






Keterangan pengamatan:

Ø  Pada hari pertama penelitian, tumbuhyan mulai berkecambah.
Ø  Hari kedua akar dan batang mulai bertambah panjang.
Ø  Hari ketiga daun mulai menunjukkan wujudnya.
Ø  Hari keempat (hari terakhir) kacang hijau sudah menjadi tumbuhan yang utuh.

BAB V
PEMBAHASAN
DAN KESIMPULAN

Pembahasan
Beberapa factor yang menyebabkan perbedaan pertumbuhan diantara keempat tubuhan tersebut yaitu :

1.      Faktor Cahaya :
Cahaya bermanfaat bagi tumbuhan terutama sebagai energi yang nantinya digunakan untuk proses fotosintesis. Cahaya juga berperan dalam proses pembentukan klorofil. Akan tetapi cahaya dapat bersifat sebagai penghambat (inhibitor) pada proses pertumbuhan, hal ini terjadi karena cahaya dapat memacu difusi auksin ke bagian yang tidak terkena cahaya. Sehingga, pada proses perkecambahan yang diletakkan di tempat yang gelap akan menyebabkan terjadinya etiolasi dimana kacang hijau tumbuh lebih panjang namun tidak subur pertumbuhannya.

2.      Faktor Suhu :
Suhu yang cukup (suhu ruangan) dapat mengoptimalkan kerja hormon-hormon tumbuhan karena kerja enzim/hormon (faktor internal) tumbuhan sangat dipengaruhi oleh suhu lingkungan. Semakin panas atau dingin suhu ruangan maka hormon tumbuhan 마무 semakin tidak bekerja.

3.      Faktor Air dan Nutrisi :
Air sangat diperlukan oleh tumbuhan sebagai media terjadinya reaksi kimia, dan tanaman hijau yang kekurangan air lambat laun akan layu. Rupanya dalam percobaan, detergen tidak hanya memberi air sebagai media reaksi kimia namun juga memberi nutrisi karena mengandung Asam Nitrat dan Natrium Trifosfat yang juga ada dalam kandungan pupuk untuk menyuburkan tanaman.


Kesimpulan

Dalam pertumbuhannya, tanaman selain memerlukan faktor-faktor internal untuk tumbuh juga membutuhkan faktor eksternal berupa kecukupan suhu, air, cahaya dan tentunya nutrisi (hal ini telah dibuktikan pada percobaan detergen, dimana tanaman akan lebih subur bila diberi detergen yang selain mengandung air, juga mengandung zat makronutrien) . Bila ada ketidakseimbangan dalam salah satu faktor tersebut, tanaman tidak akan mencapai pertumbuhan yang optimal.


DFTAR PUSTAKA


Saktionon. 2006. Seribu Pena Biologi untuk SMA/MA Kelas XII. Erlangga. Jakarta







Sabtu, 07 Januari 2012

BATAS KEHIDUPAN

PADA AKHIR ABAD KE-19, Bakteri dikenal sebagai penyebab penyakit atau pathogen. Mereka cukup besar sehingga dapat dilihat dan bakteri penyebab penyakit telah diisolasi dan ditandai. Namun, banyak penyakit yang merupakan teka-teki, karena bakterinya tidak ditemukan. Pada tahun 1898, ahli botani Belanda Martinus Beijerinck (1851-1931) membuat percobaan tentang penyakit yang menyerang tanaman tembakau. Ia memelihara tanaman yang sulit, menyaring cairannya melalui suatu filter yang cukup halus untuk memisahkan semua bakteri yang dikenal. Ia menemukan bahwa cairan yang telah disaring masih menularkan penyakit. Jadi apapun penyebab penyakit itu, tentu ukurannya lebih kecil daripada bakteri yang dikenal. Beijierinck menamakan penyebab penyakit itu suatu “Virus yang dapat disaring”. Virus adalah kata asing untuk racun. Ilmuan kini tahu bahwa virus berbeda dengan bakteri. Mereka bukan sel melainkan rangkaian kimiawi kecil yang menyerang makhluk hidup ketika berada didalam sel, mereka bertingkah laku seakan akan hidup. Di luar sel mereka sungguh-sungguh tidak berdaya dan tidak memperlihatkan cirri-ciri makhluk hidup. 


MENJADI KERING.


Hibernisasi adalah salah satu cara memperlambat kehidupan. Beruang air melakukan hal yang sama dengan cara mongering. Binatang ini hidup ditempat tempat lembab seperti selokan. Jika lingkungan hidupnya mongering, berangsur-angsur cairan tubuhnya hilang dan proses kimia hampir berhenti. Ini dinamakan kriptobiosis atau “Kehidupan tersembunyi” seekor tardigrade dapat bertahan hidup lebih dari 50 tahun dan mampu bertahan dalam suhun sangat rendah seperti -250

SIAP UNTUK TUMBUH.

Bibit bertunas atau akan bertunas jika factor luar, seperti kelembapan atau panas, cocok untuk pertumbuhan. Jika keadaan tidak baik, mereka menjadi tak aktif. Dalam keadaan ini, bibit teratai mampu bertunas setelah tidak aktif lebih dari seabat.

RODA MALAPETAKA.
 Mikrograf electron ini memperlihatkan suatu kumpulan rodavirus yang diperbesar lebih dari 70.000 kali. Virus ini adalah salah satu penyebab gastroenteritis pada manusia, suatu infeksi yang mempengaruhi perut dan organ dalam. Rodavirus dinamakan sesuai dengan bentuknya yang menyerupai roda. Tiap-tipa virus mempunyai selabung protein kuat yang melindungi molekul asam nukleat.

DUNIA VIRUS. 

Bakteriofag T4 adalah virus yang mengandalkan dirinya sendiri dengan menyerbu bakteri. Dibandingkan dengan kebanyakan virus ia sangat kompleks dan mempunyai beberapa bagian yang diatur secara cermat. Semua virus memiliki asam nukleat pembawa gen yang diperluas untuk menghimpun salinan-salinan virus di dalam sel hidup. Pada virus T4 asam nukleatnya adalah RNA. Pada virus RNA, RNA “baru” dibuat dengtan cara mengandalkan langsung RNA “lama” atau lebih dulu membentuk potongan DNA pelengkap. Ahli biologi tak yakin bagaimana virus ada, mereka mungkin berevolusi dari organisme bersel satu yang berangsur-angsur kehilangan sebagian besar bagian-bagiannya. Namun, mereka lebih menyerupai sekumpulan “gen-nakal” yang lari dari sel hidup dan berkembang sendiri.

ADENOVIRUS.
Mikrograf electron ini memperlihatkan sebuah adenovirus, yang menyebabkan infeksi mirip flu. Virus ini terdiri atas sepotong DNA di dalam sebuah kapsid atau selubung protein. Kapsid mempunyai 20 muka, yang terbuat dari 252 unit protein. Virus ini “telanjang” yang berarti mereka tidak dikelilingi oleh membrane atau selubung.

About