Jumat, 06 Januari 2012

Sejarah Penemuan Nilai Phi (π)



Phi (π) adalah suatu tetapan yang dipakai untuk mencari luas lingkaran. di sekolah, kita diajarkan bahwa nilai π adalah 22/7. Sejak dulu, para ahli matematika telah mencari nilai π yang benar. Inilah Kronologinya:

  • Abad ke-19 SM bangsa Babilonia menetapkan bahwa π = 25/8 = 3,125.
  • Abad ke-17 SM, pakar matematikan dari Mesir, Ahmes menghitung π = 256/81 = 3,1605.
  • Abad ke-9 SM, astronom India, Yajnavalkya menghitung bahwa π = 339/108 = 3,1389.
  • Abad ke-3 SM, Archimedes dari Yunani menyatakan bahwa 3+10+71<π<3+1/7, atau π terletak antara bilangan 3,1408 dan 3,1428.
  • Tahun 263, Matematikawan China Liu Hui menghitung bahwa π = 3,141014.
  • Abad ke-15, Ghyath ad-din Jamshid Kashani dari persia telah menghitung nilai π yang akuran sampai 16 digit.
  • Tahun 1600, matematikawan Jerman Ludolph van Ceulen menghitung π dengan akurasi sampai 32 digit. ia      sangat bangga atas hal ini sampai di pahatkan di batu nisannya.
  • Tahun 1873, seorang matematikawan amtie William Shanks menyelesaikan 20 tahun menghitung π dengan akurasi 707 digit.
  • Tahun 1910, matematikawan India Srinivasa Ramanujan, merumuskan deret π yang digunakan matematikawan saat ini untuk menghitung nilai π.!
huhh, pantesen negrjain soal yang pake phi "π" sulit, cara menentukan nilai π nya aja berbelit-belit gitu. hahahaha.!1 inilah uniknya sejarah.!


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

About